Pembangunan Jalan Layang Non Tol Antasari Masuk Tahap Pengeboran
Kamis, 20 Januari 2011 09:22:12 - oleh : admin

TEMPO Interaktif, Jakarta - Pembangunan jalan layan non tol Pangeran Antasari-Blok M memasuki tahap pengeboran untuk tiang pancang. Sebelum pengeboran Dinas Pekerjaan Umum DKI bersama dengan pengembang telah menyelesaikan masalah utilitas dibawah jalan layang tersebut. Jalan layang Antasari-Blok M memiliki panjang 2,3 km degan lebar jalan layang lebar 17,5 meter dengan dua jalur dan ketinggian 10 meter dari jalan eksisting Pekerjaan fisik untuk proyek ini ditargetkan selesai tahun 2012.
“Ada 7 titik pengeboran di Jalan Antasari dan baru 2 titik selesai. Sedangkan titik pengeboran di Jalan Trunojoto ada 10 titik, kami baru selesai melakukan pengeboran di tiga titik,” kata Kepala Bidang Jalan dan Jembatan, Dinas Pekerjaan Umum DKI, Novizal, Senin (10/1).
Tahap selanjutnya, kata Novizal, adalah pemasangan tiang pondasi jalan layang yang dilakukan empat bulan mendatang. Nilai proyek jalan layang Pangeran Antasari-Blok M mencapai Rp 1,28 triliun yang dibagi dalam lima paket pengerjaan proyek. Paket pertama Pasar Cipete senilai Rp 309 miliar yang dikerjakan pengembang PT Pembangunan Perumahan, paket kedua Cipete Utara senilai Rp 245 miliar yang dikerjakan PT Yasa, paket ketiga Brawijaya senilai Rp 246 miliar yang dikerjakan PT Hutama Karya dan Nindia Karya, paket keempat Prapanca senilai Rp 243 miliar dikerjakan PT Modern Lampiri dan paket kelima Lapangan Mabak senilai Rp 245 miliar dikerjakan PT Waskita. “Setelah pembangunan fisik selesai, kontraktor masih memiliki kewajiban untuk memelihara jalan layang tersebut selama 180 hari,” ujar Noviza.
Sedangkan pembangunan jalan non tol Kampung Melayu-Tanah Abang belum dapat dilakukan pengeboran karena penyelesaian pemindahan utilitas belum rampung. Seperti adanya utilitas pipa air baku dari Kalimalang ke Jalan Penjernihan, Pejompongan, Jakarta Pusat.
Dinas PU DKI sedang berkoordinasi dengan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Jaya beserta operator air bersih pemilik pipa air baku tersebut. Pemindahan utilitas sedang diupayakan diselesaikan secepatnya, sehingga pekan depan pengeboran sudah bisa dilakukan. “Khususnya di kawasan Casablanca. Karena masalah utilitasi di kawasan jalan layan ini lebih rumit dan kompleks dibandingkan jalan layang Pangeran Antasari-Blok M,” tandasnya.
kirim ke teman | versi cetak | Versi PDF
Berita "Berita Terkini" Lainnya
Loading...